Baharuddin Lopa, Panglima Hukum dari Tanah Mandar

221
Oleh: Muhammad Nardi (Wakil Sekretaris Umum PMII Cabang Mamuju)
 
INFOSULBAR.COM, Opini — Bangsa Indonesia mencatat kita pernah memiliki seorang pendekar hukum. Sayangnya, beliau lahir pada zaman yang salah, beliau lahir di zaman ketika hukum hanya milik para penguasa, politikus dan pengusaha hitam.
 
Berjuang di tengah para bandit- bandit negara adalah bukan perkara mudah, sampai saat ini penyebab meninggalnya masih menyimpan misteri, apakah memang sengaja dihabisi dan dihilangkan.
 
Kasus seperti itu sudah tidak lumrah di indonesia, Widji Tukul dan Munir juga demikian, kasus kematiannya masih dalam tanda tanya besar.
 
30 menit sebelum kabar kematiannya sampai di indonesia, Gusdur berkata dan matanya berkaca kaca “Hari ini, salah satu tiang langitnya Indonesia akan runtuh”.
 
Kejujuran dan kesederhanaan adalah panglimanya, Baharuddin Lopa adalah sosok pemberani, cerdas dan tak pandang bulu dalam memberantas korupsi dan menegakkan keadilan.
 
Salah satu prinsip yang dia pegang selama hidupnya.
“Walaupun esok langit akan runtuh, keadilan harus tetap ditegakkan”. ” Muaq mellete diatonganan banda indan diang uarakke kecuali Allah SWT”.
 
Salah satu tokoh di Provinsi Sulawesi Barat pernah berkata kepada penulis, kenapa di Kabupaten asal Baharuddin Lopa tidak ada satupun nama jalan yang memakai namanya.
 
Sedangkan di Ibukota Provinsi, kita menghormati dan memberi nama jalan memakai nama beliau.
 
Tersentak hati penulis mendengar pertanyaan itu, seakan terpukul, ada benarnya juga tokoh yg selama ini tercatat sebagai pahlawan nasional tidak ada nama jalan di kabupaten asalnya, Polewali Mandar.
 
Teringat dengan permintaan beliau sebelum meninggal dunia, “Marondonna duam bongi anna matea kuq bur dioa di tappa lettena kindoq u,”.
 
Sayangnya pemerintah tidak bisa mengabulkan itu, dengan alasan Baharuddin Lopa bukan hanya milik orang Mandar, tapi milik semua bangsa Indonesia.
 
Tulisan ini hanya untuk merangsang para kaum muda dan mahasiswa, mengingat bahwa pada tanggal 27 agustus 1935 pernah lahir sosok, pemberani, cerdas dan tak pandang bulu memperjuangkan keadilan dan kebenaran. (**).
 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here