Massa Dan Aparat Sempat Bentrok Saat Demo

106

INFOSULBR.COM, Mamuju – Aksi ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Indonesia Masyarakat Tani (AMI-MT) yang digekar di depan Kantor Bupati Mamuju, Senin (5/2/18) sempat ricuh.

Hal itu terjadi setelah massa merasa kesal karena tak kunjung ditemui oleh Bupati Mamuju. Karena lama menunggu, akhirnya massa membakar ban bekas sebagai bentuk protes.

Tak lama kemudian, anggota pemadam kebakaran datang memadamkan api di tengah-tengah aksi berlangsung. Emosi massa akhirnya tersulut, dan menyebabkan kericuhan antara massa dan aparat Satpol PP.

Massa dan aparat saling dorong dan lempar batu. Beberapa massa diantaranya mengalami luka-luka dibagian kaki dan leher.

Untungnya, aparat kepolisian resor (Polres) Mamuju dapat meredam kericuhan tersebut. Massa pun akhirnya menahan emosi dan melanjutkan aksinya.

“Hal ini tidak akan terjadi apabila Bupati Mamuju segera menemui kami. Apa susahnya menemui kami untuk berdiskusi, kami tidak anarkis,” ucap salah seorang massa, Muhammad Ahyar, dalam orasinya.

Berjam-jam lamanya massa terus berorasi di depan kantor orang nomor satu di Mamuju itu. Sekitar pukul 13.29 Wita, massa akhirnya diizinkan masuk ke pelataran depena tangga kantor Bupati Mamuju melalui mediasi Kapolres Mamuju, AKBP Muhammad Rivai Arvan.

Seperti diketahui, kedatangan ratusan massa ini menuntut Keputusan Bupati tertanggal 22 Januari 2018, tentang Tata Kelola Perdagangan Gabah Kering Panen. Dimana, dalam keputusan tersebut, pemerintah melarang petani menjual gabah milik mereka keluar daerah.

Pengunjukrasa menilai keputusan tersebut merupakan kebijakan dan langkah pemerintah yang tidak pro kepada masyarakat. Sehingga Bupati Mamuju didesak agar segera mencabut keputusan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here