Sejam Berdiskusi dengan Pendemo, Ini Solusi Bupati Mamuju

43

INFOSULBAR.COM, Mamuju – Setelah berjam-jam menggelar aksi, Bupati Mamuju H. Habsi Wahid akhirnya menemui massa aksi di pelataran Kantor Bupati Mamuju.

Bupati Mamuju didampingi langsung oleh Kapolres Mamuju, AKBP Muhammad Rivai Arvan dan Kapolsek Mamuju, AKP Ade Chandra.

Sekitar satu jam massa berdialog dengan Bupati Mamuju. Kapolres Mamuju yang memandu langsung dialog tersebut.

Dalam kesempatan itu, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia Masyarakat Tani (AMI-MT) tetap mendesak Bupati Mamuju untuk mencabut keputusannya melarang petani menjual gabah keluar daerah.

“Gabah kami ini akan rusak kalau tidak dibiarkan dijual Pak Bupatu. Kalau ditahan, bagaimana kami membiayai kebutuhan kami sehari-hari. Olehnya, mohon kami diberi kebebasan untuk menjual gabah kami,” pinta petani, Hamdani Dalle dalam dialog itu.

Hal senada diucapkan oleh petani lainnya, Mawan. Menurutnya, kkputusan Bupati Mamuju yang melarang petani menjual gabah mereka keluar daerah merupakan langkah yang tidak tepat.

“Kami masyarakat petani dilarang menjual gabah, tapi berasnya dibiarkan dijual diluar. Nah, yang diuntungkan adalah oknum pedagang. Makanya petani tuntutannya hanya satu, cabut Keputusan itu. Kami masyarakat petani ini butuh hidup, butuh obat, kami butuh biaya dompeng. Bagaimana kami mau hidup kalau kami tidak jual gabah kami,” jelasnya.

Menjawab hal itu, Bupati Mamuju H. Habsi Wahid meminta agar diberikan waktu mengambil langkah-langkah tepat untuk mencabut keputusan tersebut.

Namun, Habsi mengaku untuk jangka waktu tertentu, petani diizinkan untuk menjual hasil gabah sementara keluar daerah, sambil menunggu keputusan hasil pertemuan yang akan digelar bersama pihak terkait.

“Kita perlu bijak sama-sama. Jadi saya harapkan berikan kami kesempatan dulu, dan tidak akan lama. Paling lama satu minggu.

“Saya kasih kesempatan untuk menjual gabah selama tiga hari padinya. Dan kami akan undang semua pihak terkait untuk keputusan bersama. Jadi sambil jalan, semua petani bebas menjual padinya, dan ini sudah solusi bagi kita semua,” ucapnya.

“Jadi memasarkan bisa, tapi tidak boleh los. Nanti kita tidak bisa mengendalikan secara keseluruhan. Jadi ada win win solusion,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here