Jari Manis Gelar Deklarasi dan Dialog Publik “Melawan Hoax”

184

INFOSULBAR.COM, Mamuju – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Dialog Publik dan Deklarasi “Melawan Hoax” di warkop 89, Karema, Mamuju, Jumat (9/3/18).

Kegiatan bertema “Gerakan Masyarakat Melawan Hoax” ini dihadiri sejumlah Narasumber, di antaranya H. Rahmat Sanusi (Kepala Badan Kesbangpol Sulbar), KH. Namru Asdar (Ketua MUI Mamuju), Sudarso Din (Kabid Sarana dan Diseminasi Dinas Kominfo Sulbar), AKP Agus (Plt Kasubdit II Dir Krimsus Polda Sulbar), Hajrul Malik (Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Mamuju) dan Irham Azis (Ketua IJS).

Kegiatan ini juga dihadiri berbagai elemen organisasi kepemudaan (OKP), para pelajar, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus, LSM, tokoh masyarakat, tokoh Agama dan pimpinan media.

Ketua LSM Jari Manis Sulbar, Ashari Rauf, menyampaikan, arus informasi yang tak terbendung membuat sejumlah kelompok dengan lugas menyebar informasi hoax atau berita bohong di media sosial (Medsos).

“Sehingga, melalui dialog dan deklarasi ini kita bangun kesadaran bersama untuk melawan hoax itu. Apalagi, sesuai data yang kami ketahui, pengguna media sosial khususnya facebook di Sulbar sekira 230 ribu orang. Berarti ada sekitar 30 persen dari jumlah penduduk yang ada menggunakan medsos,” ucapnya.

Ashari berharap, kegiatan ini memberi output yang baik, utamanya bagi generasi muda. Diharapkan juga, semua pihak berperan di tengah-tengah masyaraktat agar melawan berita-berita hoax melalui medsos.

Dalam kesempatan itu, enam orang narasumber juga mengulas tentang bahaya hoax itu sendiri dari berbagai perspektif, mulai dari perspektif agama, budaya hingga perspektif media.

Dari keseluruhan narasumber juga meminta agar Hoax atau berita bohong menjadi musuh bersama karena dianggap dapat memicu konflik, propaganda negatif, hingga pada ancaman bagi integritas bangsa.

“Agama sangat melarang hoax atau berita bohong itu sendiri. Ada berbagai dalil yang melarangnya. Sehingga, diimbau kepada masyarakat agar jangan terprovokasi oleh berita bohong ini, apalagi menjadi bagian dari penyebar hoax,” kata Ketua MUI Kabupaten Mamuju, Namru Asdar.

Usai dialog, para narasumber dan peserta kegiatan ini secara bergantian membubuhkan tanda tangan dalam spanduk berukuran 3X2, sebagai wujud komitmen bersama untuk melawan dan menentang hoax.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here