IPM Mateng Desak Polisi Selesaikan Kasus Bapak Hamili Anak Kandungnya

804

INFOSULBAR.COM, Mateng – Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Mamuju Tengah (Mateng) mendesak Kepolisian Resort (Polres) Mamuju agar menindak tegas dan menyelsaikan kasus seorang Bapak yang tega menghamili anak kandungnya sendiri di Mateng.

“Kami mendesak kepolisian agar menuntaskan kasus ini dengan baik,” kata Ketua IPM Mateng, Sopliadi kepada wartawan, Selasa (13/3/18).

Sopliadi juga mengecam tindakan asusila yang dilakukan bapak kandung sendiri, yang sangat berdampak pada psikologi korban.

“Tindakan asusila ini sangat merusak generasi muda Mamuju Tengah, terlebih kepada efek psikologi anak tersebut yang telah dipaksa bahkan diancam ingin dibunuh ketika tidak melayani sang pelaku tersebut,” katanya.

“Kejadian ini sangatlah mempengaruhi mentalitas atau sikap trauma korban.
Tak lagi kita meninjau dalam konteks agama dan adat istiadat kehidupan sosial di Mamuju Tengah,” sambungnya.

Seperti diketahui, seorang anak di Dusun Batu Papan, Desa Salule’bo, Kabupaten Mamuju Tengah, menjadi korban nafsu bejat ayah kandungnya sendiri. Kini, korban berusia 17 itu, telah mengandung bayi dengan usia kandungan tujuh bulan karena disetubuhi oleh ayah kandungnya sendiri berinisal TL (41).

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Mamuju, AKP Jamaluddin, kejadian tersebut dilaporkan oleh nenek korban bernama Sappe (56) pada 4 Maret 2018 sekitar pukul 10.00 Wita ke Polsek Topoyo Mamuju Tengah.

Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa terjadi sekitar Agustus 2017. Kala itu korban bersama dengan ayahnya hendak ke Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk mengambil uang hasil kebun.

Tiba di Kota Palu, korban dan tersangka menginap di salah satu penginapan selama enam hari.

“Saat di penginapan itulah, tersangka melakukan persetubuhan dengan korban. Pengakuannya setiap ingin disetubuhi sebanyak enam kali, tersangka mengancam korban akan dibunuh,” kata Jamaluddin mengulang keterangan pelapor.

Karena meresa takut dibunuh, korban dengan terpaksa meladeni nafsu bejat ayah kandungnya tersebut.

Tersangka saat ini berada di Papua. Ia berangkat ke Papua setelah melakukan perbuatannya itu dengan alasan ingin mencari pekerjaan sebagai tukang senso.

Jamaluddin mengungkapkan, korban baru diketahui hamil pada 2 Maret 2017 lalu setelah pihak keluarga mencurigai kondisi korban yang kian hari perutnya semakin besar.

Dari hasil pemeriksaan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mateng, pada alat vital korban terdapat robekan. Dari hasil USG korban telah mengandung bayi laki-laki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here