LSM Jari Manis Gelar FGD, Ini Rekomendasinya

114

INFOSULBAR.COM, Mamuju – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Warkop Kanneq, Mamuju, Senin 2 April 2018.

Kegiatan bertema “Menangkal Bentuk Lain Radikalisme dan Infiltrasinya Melalui IT di Sulawesi Barat” ini menghadirkan empat Narasumber, seperti Dir Inte Polda Sulbar Kombespol Heri Susanto, Ketua Komisi Infornasi Publik (KIP) Provinsi Sulbar Rahnat Idrus, Wakil Rektor Unika Mamuju Yusran dan praktisi media Muhammad Ilham.

Kegiatan ini juga dihadiri peserta dari berbagai kalangan, di antaranya pengurus KNPI Sulbar, KNPI Kabupaten Mamuju, GP Ansor Mamuju, Kasatkorcab Banser Mamuju, PMII Cabang Mamuju, HMI Cabang Manakarra, GMNI Mamuju, IPNU Mamuju, PPM Sulbar, IMM, IPM Mateng, IPM Matra, Pembebasan, Maper, BEM beberapa kampus, Pimpinan LSM, Wartawan dan pelajar.

Dalam kesempatannya, Ketua LSM Jari Manis Sulbar, Ashari Rauf menyebtukan, perkembangan informasi yang kian terbuka dan bebas memberi kesempatan bagi kelompok berpaham radikal untuk menyebarkan pahamnya. Sehingga, melalui FGD ini, diharapkan melahirkan persepsi dan kesadaran bersama untuk mengajak semua pihak menangkal gerakan tersebut.

“Melakui diskusi seperti ini tentu dapat terbangun kesadaran agar paham radikal itu kita cegaj secara bersama-sama, utamanya melalui media sosial dan sebagainya,” kata Ashari.

Ke empat narasumber dalam kegiatan ini juga menyatakan hal serupa. Mereka mengajak semua pihak agar bersinerji memerangi penyebaran paham radikal yanh dianggap mengganggu keamanan dan stabilitas di masyarakat.

“Kita di Kepolisian Daerah Sulbar saat ini juga lagi getol-getolnya mengantisipasi dan mencegah paham radikalisme ini di tengah-tengah masyarakat. Dan Kepolisian juga memantau, melihat dan menyimak perkembangan medsos,” ucap Dir Intel Polda Sulbar, Kombespol Heri Susanto.

Sementara, Ketua KIP Sulbar, Rahmat Idrus, mengatakan, bahwa tidak sedikit pelaku tindak pidana radikalisme dan terorisme yang menggunakan IT sebagai media mereka, baik dalam merekrut maupun menyebarkan pahamnya.

“Sehingga penting bagi kita semua untuk melawan dan mencegah paham ini tersebar luas melakui IT di Sulawesi Barat,” tegas Ketua Korps Alumni HMI Kabupaten Mamuju ini.

Di akhir kegiatan itu, ada 5 poin kesimpulan sekaligus rekomendasi, di antaranya:

1. Semua elemen harus berkomitmen untuk bersinerji menangkal persebaran paham radikalisme, baik melalui media sosial maupun paham radikalisme yang tersebar di tengah-tengah masyarakat di Sulawesi Barat.

2. Mengajak semua elemen pengguna media sosial atau internet dan masyarakat umum agar berhati-hati menerima informasi melalui jaringan internet, dan mengajak semua untuk melakukan verifikasi, menyaring terlebih dahulu sebuah informasi sebelum menyebarkan.

3. Apa bila ada dugaan penyebar paham radikalisme dan provokasi di media, media sosial atau secara umum di internet dan masyarakat agar segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

4. Menjaga nilai-nilai kearifan lokal, dan tetap berkomitmen menjadikan Pancasila satu-satunya ideologi berbangsa dan bernegara, serta NKRI dan Bhineka tunggal ika tetap dijaga secara bersama-sama.

5. Pemerintah harus mampu merumuskan kebijakan yang pro kepada generasi muda, dan memberikan kesempatan kepada generasi untuk menjadikan internet sebagai upaya untuk melakukan hal-hal yang lebih positif dan menghindari penyebaran informasi yang mengarah kepada paham radikal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here