KABINDA Sulbar Ajak Wartawan Sajikan Berita Menyejukkan

495

INFOSULBAR.COM, Mamuju – Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Provinsi Sulawesi Barat, Susetyo Karyadi menggekar silaturahmi dan ngopi bersama para wartawan media cetak, elektronik dan online, Selasa (15/5/18) malam di Warkop 89, Mamuju.

Dalam kesempatan itu, Susetyo tak lupa mengajak para insan pers di Sulbar untuk selalu menyajikan berita-berita yang menyujukkan pada masyarakat. Sebab, mencermati perkembangan situasi ledakan bom di sejumlah titik Surabaya.

“Situasi yang saat ini terupdate tiga hari terakhir adalah kita dikejutkan dengan aksi terorisme atau serangan bom di Surabaya. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Bukan hanya di Indonesia, tapi menjadi perhatiaan dunia, karena selain masyarakat sipil juga mengorbankan sejumlah aparat,” katanya

Pemberitaan soal radikalisme dan terorisme, kata Susetyo, di satu sisi adalah hal yang memiliki nilai jual berita yang tinggi. Namun, sangat membahayakan jika berita tentang teroris terlalu diblow up secara berlebihan dengan terus menerus tanpa memerhatikan dampak negatif.

“Seperti masalah sosial dan masalah psikologi masyarakat. Jadi rekan-rekan saya harapkan memberitakan hal-hal yang sewajarnya saja. Memberitakan hal-hal yang menyejukkan, karena pemberitakan yang positif dan tidak provokatif akan membuat negara ini tetap aman dan nyaman,”ujarnya.

Terwujudnya kedamaian di Sulbar adalah keinginan bersama segenap komponen masyarakat, tidak terkecuali insan pers yang memberikan kontribusi nyata dalam membangun kondusivitas dan stabilitas keamanan.

“Sulbar ini memiliki semboyang yang sangat baik. Sulbar Malaqbi dan semboyan siammasei atau saling mengasihi, sehingga kita harus jaga bersama-sama. Keamanan ini adalah kebutuhan kita semua, bukan hanya menjadi tanggungjawab aparat keamanan. Namun, pers juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga kondusivitas daerah,” katanya.

Olehnya, Susetyo mengajak kepasa seluruh komponen untuk ikut bersama menjaga wilayah Sulbar ini agar tercipta suasana yang menyejukkan. Karena keamanan itu akan mendatangkan investasi dan kemajuan daerah.

“Sejauh ini Sulbar relatif kondusif, tidak ada apa-apa, saya sudah melakukan koordinasi terkait masalah keamanan. Namun, Sulbar dan Sulteng ini berdekatan makanya kita harus jaga bersama-sama mudah-mudahan tidak masuk karena berdasarkan laporan masih ada sekitar 7 orang yang jadi DPO di sana,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here