Terlihat Mesra, Penegakan Hukum Dadal Angkoro Diragukan

2756

INFOSULBAR.COM, Mamuju — Hajatan buka puasa bersama Kapolda Sulbar, pejabat utama Polda Sulbar bersama para pimpinan redaksi dan wartawan berlangsung, Jumat (25/5) di Hotel d’Maleo, Mamuju.

Namun, ada yang berbeda dalam kegiatan ini, karena kehadiran Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, Dadal Angkoro. ‘Bos’ BI Sulbar itu hadir dan terlihat tampil ‘Bermesraan’ dengan Kapolda di atas fodium.

Padahal, seperti diketahui, Dadal Angkoro kini masih dalam tahap pemeriksaan atas kasus dugaan pencemaran dan pelecehan nama baik wartawan yang dilaporkan Aliansi Wartawan Sulbar (AWAS) beberapa waktu lalu.

Kemesraan Kapolda dan Dadal Angkoro ini akhirnya mendapat reaksi dari pengurus Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS), sebagai salah satu organisasi dari empat organisasi yang melaporkan Dadal.

Ketua IJS, Irham Azis dan pengurus IJS lainnya, memilih meninggalkan tempat acara buka bersama. Sebab, mereka menilai, buka puasa bersama tersebut, bukan murni untuk kegiatan berbuka. Namun, ditengarai dibumbuhi kegiatan lain.

“Pada prinsipnya, kami kecewa melihat langkah yang dilakukan Polda Sulbar. Bahkan, mempertontonkan kemesraan antara Kapolda dan kepala BI di hadapan sejumlah wartawan di Sulbar,” tegas Irham Azis.

Irham Blberharap, Polda Sulbar tidak sampai masuk angin dalam memproses kasus dugaan tindak pidana yang diduga melibatkan Dadal Angkoro. Jangan sampai kasus yang dilaporkan, justru sengaja diendapkan untuk kepentingan tertentu, atau kelompok tertentu.

“Kasus yang kami laporkan, jangan sampai tidak diusut setelah pertemuan kapolda dengan pak Dadal. Apalagi, kami mencurigai, kehadiran Dadal Angkoro karena desain, bukan murni dorongan dari hati yang bersangkutan,” ucap Irham.

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharudin Djafar, saat berbicara di depan wartawan berjanji, akan memproses kasus dugaan pencemaran profesi wartawan sesuai Undang-undang ITE, meskipun sudah dilayangkan permohonan maaf.

“Tidak ada kaitannya penanganan kasus yang dilakulan pak Dadal, dengan kehadiraannya di acara ini (buka puasa). Hukum tidak boleh begitu, penegakan tidak akan selesai karena hanya kehadirannya di tempat ini, ” ucap Kapolda.

Ketua DPD Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Sulbar, Acho Ahmad mengatakan, kegiatan buka bersama yang dilaksanakan Polda Sulbar bersama wartawan dengan menghadirkan Kepala BI Sulbar, Dadal Angkoro dinilai sebagai upaya proses mediasi, karena tak ada pejabat lain yang hadir dalam acara itu.

“Selama ini beragam upaya proses mediasi atas kasus dugaan pelecehan profesi wartawan yang menyeret Dadal Angkoro. Kami menilai, acara buka bersama ini dibungkus upaya mediasi dengan wartawan. Kami anggap,l tidak tepat dengan cara seperti ini. Kalau memang mau di mediasi, ya yang melapor diundang, bukan yang lain,” kata mantan jurnalis Antaranews.com itu.

Oleh karena itu, lanjut Acho, jika benar acara bukber sebagai upaya mediasi, maka jangan banyak berharap kasus yang menyeret Dadal Angkoro akan tuntas.

“Teman teman Wartawan harus memantau perkembangan kasus ini. Jangan sampai ada “main mata” antara Dadal dengan Polda Sulbar, ” katanya.

Seharusnya, sambung dia, di tengah kasus yang sedang berlangsung maka Polda idealnya tidak ‘mesra’ dengan terperiksa, yakni Dadal Angkoro.

“Etikanya begitu, jangan perlihatkan mesra, sebab akan menimbulkan multi interpretasi dari wartawan dan publik. Dan saya ingatkan Polda harus tetap mengedepankan azas Equality Before The Law,” kuncinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here