Nyaleg Lewat PPP, Nanang : Saatnya Pemuda Mengisi DPRD Untuk Mengabdi

527

INFOSULBAR.COM, Mamuju – Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra, Nanang Wahidin, rupanya tak menyia-nyiakan momentum Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Pria sapaan akrab Nanang ini akhirnya memilih ikut berkontestasi menuju DPRD Sulbar Dapil Kabupaten Mamuju. Sebab, ia menganggap kaum muda harus ikut serta mengisi ruang demokrasi yang berlangsung saat ini.

Nanang sendiri memilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akan digunakan sebagai kendaraan menuju parlement. Terbukti, Selasa (10/7/18) sore kemarin, Nanang Wahidin resmi mendaftar di “Partai Ka’bah” itu.

Dia pun mengurai soal kondisi perpolitikan dan demokrasi yang sedang berlangsung saat ini, yang membuat dirinya memikih melenggang ke pentas politik.

“Tidak terasa pemilihan umum sudah beberapa kali dilaksanakan di negara kesatuan republik indonesia ini. Yah kita ingat Pemilihan langsung itu dimulai sejak 2004 pasca reformasi 1998, namun pada kenyataannya tidak sedikit selalu menyisahkan rasa kecewa dan tidak puas. Kenapa tidak, sebab harapan masyarakat tidak sesuai dengan yang dirasakan oleh masyarakat dalam melakoni kehidupan sehari-harinya. Janji-janji politik selalu menjadi jurus pamungkas dalam aksi meraup suara di masyarakat atau mencoba mengambil simpatik dari masyarakat dengan sebuah iming-imingan yang memang selalu ampuh menggerogoti pikiran dan hati masyarakat,” jelas Nanang kepada INFOSULBAR.COM, Selasa (10/7/18).

Menurut Nanang, wajah demokrasi saat ini memang seingkali dicoreng oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab, sehingga merusak kualitas demokrasi melalui cara-cara yang tidak elegan. Meski demikian, kesadaran masyarakat saat ini juga dilihat sedang tumbuh dengan baik.

“Apalagi dewasa ini mereka yang memang niatnya ingin melukai demokrasi maka mereka melakukan segala macam cara demi memuluskan keinginannya itu, maka pada akhirnya mereka melakukan black campaint dan money politik. Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan canggihnya dunia tekhnologi membuat masyarakat sudah mulai membuka pikirannya dan perlahan meninggalkan cara pandang politik serta praktek politik yang tidak baik dan tidak mengedukasi masyarakat,” katanya.

Olehnya, kehadiran kaum muda di pentas politik, menurut Nanang, akan mampu memperbaiki dan menata kesadaran publik terhadap kuakitas dmeokrasi yang sedang berjalan saat inj

“Memang benar perubahan kondisi itu kebanyakan diperankan oleh para kawula muda yang tergolong sebagai kelompok pemuda cerdas dengan beberapa instrumen mulai dari sosialiasi pendidikan politik berbasis moralitas sampai pada kampanye-kampanye politik di media sosial,” ucapnya.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sulbar ini meyakini, kedepannya kondisi yang kurang baik di masa lalu itu akan berubah menjadi situasi yang lebih intelektual. Dimana tidak ada lagi masyarakat menukar haknya dengan selembar uang kertas atau di manfaatkan sebagai tameng atau kayu bakar di setiap moment pemilihan.

“Kan kasian mereka harus berkonflik secara fisik akibat fanatik buta pada kandidatnya masing-masing. Dari keprihatinan itu maka saya selaku salah satu bagian dari warga negara ini yakni yang tergolong usia muda atau pemuda menganggap penting untuk masuk ke ranah politik dan mengisi ruang-ruang publik itu demi menjadi garda terdepan mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Kasian masyarakat kalau hanya anggap sebagai angka-angka politik saja untuk merebut kursi terhormat itu,” jelasnya.

Disinggung mengenai hal-hal prioritas di masyarakat yang harus diperjuangkan, kata Nanang, tentu kebutuhan hidup pokok seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Harus menjadi skala prioritas, yang penting dibuatkan regulasinya agar lebih bisa dekat dengan masyarakat sampai pada pelosok negeri sekalipun. Kemudian petani, pelaku usaha mikro juga para nelayan serta profesi masyarakat lainnya harus tersendak-sendak karena alat tani seperti perkakas sampai pada bibit dan pupuk juga sampai pada harga BBM yang semakin hari semakin melonjak, dan tentu hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmati daerah dan negara ini, sedangkan sejatinya negara ini tidak membeda-bedakan antara masyarakat satu dengan yang lainnya,” urainya.

Olehnya, besar harapan pria berkacamata ini mendapat dikungan dari masyarakat Mamuju, agar setelah terpilih nantinya dapat membuktikan pengabdian yang tukus di masyarakat.

“Saya optimis lewat kesempatan Pileg 2019 ini merupakan kesempatan emas buat para pemuda agar masuk dan memperbaiki sistem yang dianggap kurang pro pada rakyat hari ini. Dan saya siap mengabdi serta menjaga amanah rakyat,” kunci Nanang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here