Gerakan Tahun 2019 Ala PPPKI

391

INFOSULBAR.COM, Mamuju – Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Penerus Perjuangan Perintis Kemerdekaan Indonesia (PPPKI) melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) yang ke-6 Tahun 2018.

Selain kegiatan ritual dan doa, salah satu kegiatan yang dilakukan PPPKI Sulbar adalah melakukan deklarasi pencanangan tahun 2019 sebagai tahun Persaudaraan, Persatuan untuk NKRI.

Menurut Ketua Dewan Koordinasi Nasional PPPKI, Usman Sadiqin Andi Makkasau, deklarasi tersebut penting dilakukan melihat kondisi bangsa yang kini kian mengkhawatirkan .

“Bahwa pemilihan momentum Harlah PPPKI Sulbar sebagai lokasi pendeklarasian mengingat semakin mengerasnya gesekan politik yang menggerus dan mengancam persaudaraan memasuki tahun 2019 sebagai tahun politik,” kata Usman, Sabtu (14/7/18).

Sekadar diketahui, deklarasi sekaligus Doa bersama untuk keselamatan bangsa dan NKRI dihadiri oleh Sesepuh PPPKI Puang Ambe Dompe, pengurus DKW dan DKC PPPKI se Provinsi Sulawesi barat, serta Pengurus DKW dan DKC PPPKI Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa saat ini, banyak kontradiksi yang terjadi yang memporak-porandakan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bhinneka Tunggal Ika yang melambangkan keberagaman suku bangsa, agama dan adat istiadat berubah menjadi konflik hoirzontal, dimana setiap kelompok merasa paling benar sendiri dan menafikan serta menyalahkan kelompok lainnya. Fitnah semakin meraja lela yang ditandai dengan beredarnya berita-berita bohong, hoax yang membanjiri berita di media sosial,” jelasnya.

Menyadari kekeacauan kondisi bangsa seperti ini, kata Usman, maka secara nasional PPPKI mendeklarasikan Pencanangan Gerakan Tahun 2019 Sebagai Tahun Persaudaraan, Persatuan untuk NKRI.

“Pencanangan ini dimulai dari timur Sulawesi yakni Sulawesi Barat dengan menggelar Ritual Adat dan Do’a bersama keselamatan untuk bangsa dan NKRI. Selain itu juga ziarah ke pusat-pusat peradaban yang ada di Sulawesi Selatan dan Barat, seperti Soppeng, Bone, Gowa, Takalar, Toraja, Luwu, Polewali mandar dan Mamuju,” sebutnya.

Rangkaian kegiatan ini, lanjut dia, juga dalam rangka memperkenalkan pusat-pusat peradaban dan perjuangan para leluhur bangsa yang berasal dari berbagai daerah dengan beragam unsur keagamaan.

“Diharapkan puncak seluruh kegiatan ini berbarengan dengan peringatan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2018 mendatang di Jakarta,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here