Polisi Ringkus Pelaku Curanmor, Barang Bukti 20 Motor Diamankan

1452

INFOSULBAR.COM, Kalukku – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat kembali menggelar press conference terkait kasus pencurian motor (Curanmor), Rabu (25/7/18).

Press release yang digelar di Mako Polsek Kalukku, dipimpin langsung Kapolda Sulbar, Brigjend Pol Baharuddin Djafar, didampingi Dir Krimum Polda Sulbar, Kabid Humas Polda Sulbar, Kapolres ‘Metro’ Mamuju dan Kapolres Mamuju Utara.

Pengungkapan sindikat curanmor ini merupakan kasus lintas Daerah di Sulbar yang diungkap oleh Resmob Polda Sulbar bersama Jatanras Polres Mamuju Utara, Kabupaten Pasangkayu, dan Unit Reskrim Polsek Rural Kalukku, Polres Mamuju.

Dalam kasus itu, Polisi berhasil membekuk 3 orang pelaku. Pelaku utama bernama Hamsah alias Anca (33). Dia diamankan diamankan pada hari Senin 16 Juli di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Kemudian, dua orang lainnya adalah Lukman alias Kuma (23) dan Lukman Sardi (24). Keduanya berperan sebagai penadah. Kuma dibekuk di Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, sedangkan Lukman Sardi dimankan di Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku.

Polisi juga berhasil menyita barang bukti sebanyak 20 unit kendaraan roda dua. 12 unit diamankan di wilayah Mamuju dan delapan unit diamankan di wilayah Pasangkayu.

“Pelaku utamanya atas nama Hamsah alias Anca ini. Pernah di Sulawesi Tenggara melakukan pembunuhan pada tahun 2004 lalu. Sejak 2016 yang bersangkutan kembali kesini. Dan di tanggal 16 Juli kita tangkap atas laporan pencurian pada 10 Mei 2018,” kata Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharudin Djafar di hadaoan puluhan wartawan.

Menurut Baharuddin, kasus tersebut mulai terungkap saat pelaku melakukan perampokan terhadap korban ibu-ibu Bhayangkari Polsek Kalukku di jalanan.

“Setelah dikembangkan, terungkap dia didukung oleh rekannya yang awalnya memberikan nama fiktif. Tapi atas kerjasama Dirkrimum Polda dan jajaran Polres, maka terungkaplah beberapa jumlah kasus dan para tersangka,” sebutnya.

Baharuddin mengaku, sesuai keterangan pelaku, modus dan motiv mereka dalam melakukan aksi karena kebutuhan ekonomi.

“Untuk modusnya, awalnya menggunakan kunci T unruk merusak, dan motivnya untuk kebutuhan ekonomi. Yang bersangkutan juga menghidupi cukup banyak keluarga,” ucapnyam

“Pelaku masuk ke rumah dengan membongkar rumah dan mengambil barang-barang berharga,” ujarnya menambahkan.

Jenderal bintang satu ini mengaku, aksi curanmor ini memang hanya dilakukan oleh satu orang. Kedua lainnya hanyalah penadah.

“Jadi ini pelaku tunggal dari semua barang bukti dia yang eksekusi. Kemudian untuk penyalurannya dibantu oleh tersangka penadah,” katanya.

Tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) KHUP dengan ancaman pidana hukuman sembilan tahun penjara.

Baharuddin mengimbau, bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan agar berhubungan langsung dengan Dirkrimum Polda Sulbar dan Polres Mamuju.

“Bagi masyarakat yang merasa ada barangnya di sini, bisa berkoordinasi dengan Dir Krimum Polda Sulbar dan Polres Mamuju,” tutup mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here