6 Pejabat Ikuti Seleksi Sekprov Sulbar di UNM

1520

INFOSULBAR.COM, Makassar – Sebanyak enam pejabat mengikuti Seleksi calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, hari ini, Senin (3/9/18) di lantai 14 Ruang Senat Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

Keenam pejabat yang ikut seleksi ini yang akan menggantikan H. Ismail Zainuddin yang memilih mundur karena akan maju sebagai calon anggota DPD RI.

Sebelumnya, hingga pendaftaran ditutup pada 29 Agustus 2018 lalu, tercatat sebanyak tujuh pejabat yang mendaftarkan diri untuk menduduki kursi Sekprov Sulbar.

Mereka adalah mantan Sekda Pasangkayu M Natsir, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar Parman Parakkasi, mantan Kepala LAN Makassar Muhammad Idris, Kepala Balitbangda Sulbar Dr. Muhammad Jamil Barambangi, Asisten III Pemprov Sulbar Hj. Jamila Haruna, Kepala Dinas Perumahan dan Kawan Pemukiman Sulbar Bebas Manggazali, dan Kepala BPSDM Sulbar Yokub Solon.

Satu di antaranya tidak ikut seleksi tahap pertama, yakni Kepala BPSDM Sulbar Yokub Solon. Belum diketahui pasti mengapa tak hadir dalam seleksi tahap awal ini.

Kepala BKD Sulbar, Amujib menyebutkan, masing-masing calon sekprov ini mempunyai kelebihan masing-masing dalam memimpin dan semuanya sudah siap untuk menduduk kursi sekprov.

“Saya rasa kita tidak perlu ragukan para calon Sekprov ini karena mereka semua berkompeten untuk menduduki kursi sekprov,” ujar mantan asisten I Pemkab Polman itu.

“Kita menggunakan tim psikologi dari UNM sebagai pertimbangan independensi penguji,” tambahnya.

Setelah menjalani tes di UNM, mereka selanjutnya akan mempresentasekan makalah di hadapan panitia seleksi pada 10 September mendatang.

“Setelah itu kemudian pansel akan mengumumkan tiga nama. Selanjutnya akan diputuskan dan dikoordinasikan dengan gubernur Sulbar sebelum ditetapkan dan dilantik sebagai Sekprov,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) mengatakan, seleksi ini diharapkan menghasilkan sekprov berkompeten, menguasai tugas pokok berdasarkan perundangundangan.

“Dia (Calon Sekprov) harus piawai memimpin dan menguasai tugas pokok. Serta menjalankan perintah sesuai perundangundangan,” ujar mantan Bupati Polman dua periode itu seperti yanh dilansir dari Fajar.co.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here