Oknum Guru Ngaji Bawa Kabur Istri Sepupu Sendiri

3523

INFOSULBAR.COM, Mamuju – “Engkau teman karibku lebih dari saudara. Jangankan makan minum tidur kita bersama. Bukankah engkau tahu dia itu milikku. Kau bagaikan pagar yang makan tanaman, Sungguh tiada aku sangka. Engkau teman karibku lebih dari saudara, Namun begitutega kau rampas segalanya”.

Seperti lirik lagu yang dilantunkan Mansyur S inilah kira-kira nasib yang dialami oleh Ismail, warga Anjoro Pitu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.

Betapa tidak, istri tercintanya bernama Hamida, dibawa kabur oleh oknum guru mengaji bernama nama Zaman (37).

Zaman juga diketahui sebagai salah seorang guru honorer di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Mamuju. Zaman yang belakangan diketahui masih kerabat dekat Ismail tega membawa kabur Hamida pada Kamis 6 September.

Zaman melancarkan aksinya, saat Ismail sedang sibuk bekerja hingga malam hari mencari nafkah untuk keluarganya, sebagai buruh bangunan di Mapolda Sulbar.

Menurut pengakuan Ismail seperti yang dilansir dari Tribuntimur.com, Zaman adalah warga Jl. Husni Thamrin, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.

“Saya anggap juga dia (Zaman) sebagai Ustaz, karena memang guru mengaji di Masjid dekat rumah. Makanya kalau ke rumah pasti dilayani baik-baik. Bahkan, sering istirahat dan makan di rumah setelah selesai mengajari anak mengaji, makanya saya tidak sangka-sangka ini terjadi,” katanya Ismail dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (8/9/2018) kemarin.

“Pokoknya kaya saudara, karena siang malam di rumah,” ujarnya menambahkan.

Hampir dua tahun rutinitas itu dilakukan Zaman bolak balik ke rumah Ismail selepas mengajar ngaji. Dari situlah dikira-kira tumbuh benih-benih cinta terlarang antara Zaman dan Hamida.

“Saya mulai ada kecurigaan akhir-akhir ini. Selalu saya larang-larang terlalu pegang-pegang HP, tapi setiap saya curiga, dia (Hamida) pasti marah-marah sama saya,” kata dia.

Ismail memperkirakan, Zaman membawa kabur Istrinya di pagi-pagi buta Kamis (6/9). Sebab, kata dia, sekitar Pukul 09.00 Wita pada hari itu ia pulang bekerja, saat itulah ia sudah tidak mendapati istrinya di rumah.

“Saya liat kenapa tidak ada makanan ini, saya cari uang apa mauka beli ikan tinggal seribu dibawa lipatan baju. Anakku yang kecil tidur di kamar. Pas saya cari – cari tidak ada itu istriku, sore itu saya langsung ke rumahnya Zaman karena curiga pergi sama, eh ternyata benar mereka pergi sama,” tuturnya.

“Yang paling bikin menangis saya sekarang ini, karena tidak ada sama sekali nakasi tinggal uang untuk anaknya,” tambahnya.

Ismail dan Hamida sendiri sudah dikaruniai 4 orang anak setelah 20 tahun membangun bahtera rumah tangga, sementara Zaman adalah seorang duda yang ke 3 kalinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here