Cerita dan Keprihatinan Rio Tentang PKS Sulbar dari ‘Titik Nol’

701

INFOSULBAR.COM, Mamuju – Pergantian kepengurusan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diketahui secara mendadak, rupanya mengundang reaksi dan keprihatinan sejumlah pihak.

Betapa tidak, sejumlah sosok dan tokoh yang sangat berjasa membesarkan PKS di Sulbar mulai ‘Titik Nol’itu justru kini digeser dari kepengurusan inti oleh DPP PKS.

Salah satu keprihatinan datang dari Calon Anggota DPD RI, Muhammad Amril.

Kepada INFOSULBAR.COM, Rabu (10/10/18), pria sapaan akrab Rio itu ikut berkomentar atas keputusan DPP PKS yang menggeser pembesar PKS, seperti Hajrul Malik dan Cs.

“Yang jelas saya turut prihatin atas kondiai PKS. Masih hangat diingatan kita tentang sejarah perjuangan pembentukan PKS di Mamuju dan Mamuju Utara,” kata Rio.

Mantan aktivis Himpunan Majasiswa Islam itu menceritakan, dulu sulitnya PKS dikonsolidasi dan dibangun di Mamiju dan Mamuju Utara. Setelah PKS berkembang hingga saat ini, justru tak memosisikan lagi seoramg perintis PKS seperti Hajrul Malik.

“Saya sebagai bagian dari saksi sejarah bahwa tidak layak seorang Kanda Hajrul diposisikan seperti ini oleh partai. Disaat PKS baru mulai konsolidasi awal jelang Pemilu 2019,” ucapnya.

Mestinya, kata Rio, PKS tidak memperlakukan Hajrul Cs seperti ini. Apalagi, ada berbagai rintangan dan kesulitan yang dilakukan oleh Hajrul Cs saat merintis kali pertama PKS ini.

“Disana ada Kanda Hajrul sebagai sosok terdepan membangun partai di Mamuju dan Mamuju Utara saat itu. Bahkan menantang kondisi alam, baik itu hujan maupun panas matahari. Belum lagi kondisi jalan yang masih sangat tidak mendukung di tahun-tahun awal pembentukan PKS,” urai Rio.

“Semoga Kanda Hajrul tetap diberi kekuatan dan petunjuk oleh Allah SWT,” pungkas mantan Ketua DPD KNPI Mamuju ini.

Seperti diketahui, berdasarkan SK DPP PKS Nomor 353/SKEP/DPP-PKS/2018 tanggal 28 September 2018 tentang Pengurus DPTW PKS Sulawesi Barat masa khidmat 2018-2020, DPP PKS melakukan pergantian besar-besaran di tubuh struktur kepengurusan Sulawesi Barat.

Dalam SK tersebut, disebutkan Abdul Latif Abbas ditetapkan sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Sulawesi Barat menggantikan Syarifuddin, A. Maemunah sebagai Dewan Syariah Wilayah menggantikan Zaenal Abidin.

Lalu, Syamsuddin sebagai Ketua DPW PKS Sulawesi Barat menggantikan Ahmad Syahdan, Sitti Aisyah sebagai Sekretaris DPW PKS menggantikan Hajrul Malik.

Termasuk, Astuti yang ditunjuk sebagai Bendahara Umum DPW PKS menggantikan Muhibuddin Rasyid, serta Syafruddin sebagai Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Sulawesi Barat menggantikan Gazali Patonangi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here