Soal Insiden di Masjid Suhada, Ini Klarifikasi Pengurus Masjid

1512

INFOSULBAR.COM, Mamuju – Wakil Ketua Pengurus Masjid Suhada Mamuju, Namru Asdar, angkat bicara terkait batalnya Kultum Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno di Masjid Suhada, Mamuju, Sabtu (3/11/18), subuh tadi.

Menurut Namru, Pengurus Masjid Suhada sebelumnya memang tidak pernah menerima pemberitahuan untuk rencana Kultum Sandiaga di Masjid itu.

“Kami dari Pengurus Masjid Suhada memang tidak pernah menerima pemberitahuan sebelumnya untuk rencana sambutan atau berupa Kultum dari Pak Sandiaga. Jadi Kami berkesimpulan bahwa hanya shalat subuh berjamaah saja,” kata Namru kepada INFOSULBAR.COM, Sabtu (3/11/18) Sore.

Apalagi, kata Namru, permintaan Kultum untuk Sandiaga juga bukan permintaan dari tim suksesnya. Justru permintaan tersebut datang dari salah satu jamaah bernama Suaib Tahir.

Karena tak diberi izin, sambung Namru, jamaah tersebut meminta agar dirinya yang membawa Kultum di hadapan Sandiaga dan jamaah.

“Jadi atas nama Pak Suaib Tahir inilah yang meminta Kultum kepada Ketua Pengurus Masjid Suhada, Pak Ramli Abdullah. Tapi bukan dari tim Sandiaga. Nah, Ketua tidak memberi izin. Sebagai pengurus masjid Ketua punya wewenang,” cerita Namru.

Merasa dirinya tak diberi izin, Suaib dan Ketua Pengurus Masjid terlibat perdebatan. Jamaah sempat mendengar suara keras dari keduanya.

“Dan beliau sebagai Ketua Pengurus Masjid bersuara keras karena yang lebih dulu bersuara keras itu Pak Suaib. Saya yakin, semua yang hadir di situ paham bagaimana kejadiannya,” tegas Namru.

Jadi, kata Namru yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju ini, sesungguhnya di Masjid Suhada tidak akan pernah ada penolakan, sepanjang sejak awal dikomunikasikan dengan baik.

“Jadi sekali lagi, kami sebagai pengurus open saja seandainya ada pemberitahuan sebelumnya. Jadi untuk Kultum bisa, silahkan. Tapi harus diberitahukan sebelumnya. Kemudian Ketua tidak mengizinkan Pak Suaib, sebab mengapa nanti mau Kultum saat ada Pak Sandiaga. Dikhawatirkan menfaatkan momentum ini,” jelasnya.

Melalui Namru, Ketua Pengurus Masjid juga sempat mempertanyakan apa motivasi Suaib berkeinginan mengisi Kultum usai Shalat Subuh saat Sandiaga Uno hadir shalat subuh beejamaah.

“Kalau memang mau Kultum sering-seringlah datang ke Masjid, kita kasih jadwal Kultum, begitu kata Pak Ramli Abdullah. Jangan nanti ada seperti ini tiba-tiba begitu saja mau Kultum,” ucap Namru mengutip perkataan Ramli Abdullah.

Namru juga mengkhawatirkan ada hal-hal atau statemen dalam Kultum Suaib yang disampaikan justru berupa ajakan untuk dukungan di Pilpres.

“Kita khawatirkan beliau blunder dan sebagainya, karena ada Pak Sandiaga Uno. Dan jika itu terjadi justru akan merugikan jamaah dan kita semua masyarakat. Sehingga ada kesimpulan untuk tidak mengizinkan Pak Suaib,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here